8 Ciri – Ciri Negara Berkembang, Tidak Memiliki Modal Yang Cukup

10 Ciri-ciri Negara Berkembang dan Daftar Negara Berkembang

Negara berkembang adalah suatu istilah yang dipakai untuk mengelompokkan kesejahteraan maupun perekonomian negara – negara di dunia. Pengumuman suatu negara apakah termasuk kelompok negara maju atau negara berkembang biasanya dilakukan oleh negara itu sendiri. Namun, keputusan dari suatu negara yang menyatakan bahwa dirinya termasuk sebagai negara berkembang bisa ditanggapi negara lain dengan menentang keputusan tersebut.

Nah, untuk mengetahui lebih dalam mengenai pengelompokkan negara berkembang, kamu harus memahami ciri – ciri negara berkembang berikut ini :

  1. Tingkat Pendapatan Perkapita Rendah

Pendapat perkapita merupakan nilai rata – rata penghasilan penduduk di suatu negara. Cara mengetahui pendapatan perkapita suatu negara adalah pendapatan nasional dibagi dengan jumlah penduduk negara.

Pendapatan per kapita di negara berkembang masih tergolong rendah. Hampir separuh negara di dunia memiliki pendapatan per kapita rendah sehingga termasuk ke dalam negara berkembang.

  1. Tingginya Angka Kelahiran

Jumlah penduduk di negara berkembang banyak akibat tingginya angka kelahiran. Salah satu penyebab tingginya laju pertumbuhan penduduk di negara berkembang adalah karena sosialisasi keluarga berencana yang kurang.

Angka kelahiran yang tinggi di negara berkembang juga dipicu oleh pernikahan dini, tingkat pendidikan yang rendah, dan lain sebagainya.

  1. Tingginya Tingkat Korupsi

Korupsi merupakan perbuatan keji yang masih mengakar di pemerintahan sebuah negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Namun, negara berkembang memiliki tingkat korupsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju. Tingginya tingkat korupsi tersebut tentu akan berdampak buruk pada perekonomian suatu negara.

  1. Impor Lebih Besar Dibandingkan Ekspor

Ciri – ciri negara berkembang selanjutnya adalah jumlah impor barang lebih besar dibandingkan dengan jumlah ekspor. Negara melakukan impor tersebut saat mengalami keterbatasan teknologi dan keahlian sehingga perlu mendatangkan barang dari negara lain demi memenuhi kebutuhan.

Dengan melakukan impor, maka negara tersebut harus mengeluarkan uang yang lumayan banyak. Hal tersebut tentu dapat berimbas pada kesejahteraan penduduknya.

  1. Penduduknya Kurang Displin

Tingkat kedisplinan penduduk di negara berkembang masih rendah. Disiplin belum menjadi budaya dan kebiasaan di negara berkembang, sehingga tidak heran jika masih banyak ditemukan pelanggaran disiplin dalam kehidupan sehari – hari.

Agar mental penduduk bisa berubah dan menjadi selalu disiplin dibutuhkan peran pemerintah terutama pimpinan negara yang tegas dalam menegakkan aturan.

  1. Tingginya Jumlah Pengangguran

Jumlah penggarungan yang terbilang tinggi menjadi ciri – ciri negara berkembang selanjutnya. Seiring dengan makin banyaknya angka kelahiran mengakibatkan persaingan di dunia kerja juga tentu makin tinggi.

Kondisi tersebut membuat negara berkembang tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi penduduknya untuk menampung pengangguran yang jumlahnya terlampau banyak. Selain itu, tingginya jumlah pengangguran di negara berkembang juga dipengaruhi tingkat pendidikan.

  1. Rendahnya Tingkat Pendidikan

Ciri – ciri negara berkembang berikutnya adalah rendahnya tingkat pendidikan yang seringkali sebanding dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Sehingga tidak heran jika dua faktor tersebut akan mempengaruhi pendapatan per kapita sebuah negara. Selain itu, tingkat ekonomi negara berkembang yang rendah mengakibatkan fasilitas pendidikan yang memadai kurang.

Kondisi tersebut mengakibatkan rendahnya tingkat pendidikan di negara berkembang sehingga sulit bersaing.

  1. Tidak Memiliki Modal Yang Cukup

Para investor asing kerap mengincar negara berkembang untuk menanamkan modalnya. Negara berkembang membutuhkan dana yang besar untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur. Modal juga menjadi salah satu faktor pemicu pertumbuhan ekonomi yang menjadi tujuan sebuah negara. Agar negara berkembang bisa mendapatkan modal yang cukup dibutuhkan andil para investor yang berinvestasi.