Cara Modifikasi Pompa Air Manual Jadi Sistem Otomatis Menggunakan 2 Type Switch

Otomatis Pompa Air

Pompa air otomatis tentunya memiliki kelebihan dari segi mudahnya penggunaan. Pompa air otomatis tidak membutuhkan bak penampungan. Cukup membuka keran air saja, air otomatis akan mengalir tanpa kita harus menyalakan pompa air. 

Berbeda halnya dengan pompa air manual dimana kita membutuhkan bak penampungan untuk menampung air sebelum disalurkan kepada pengguna. Hal tersebut dikarenakan pompa air manual tidak bisa otomatis mematikan mesin ketika kran air ditutup. 

Namun bagi anda yang sekarang masih menggunakan pompa air manual untuk mendapatkan air tidak perlu bingung, karena pada artikel kali ini saya akan mencoba berbagi ilmu mengenai cara modifikasi pompa air dari manual menjadi otomatis.

Untuk melakukan modifikasi pompa air manual jadi otomatis tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Kita hanya membutuhkan beberapa alat yang biasanya sudah ada di rumah Anda. Jika pun belum ada, kita bisa membeli alat tersebut di toko bangunan dengan harga yang relatif masih sangat terjangkau.

Berikut beberapa alat yang perlu dipersiapkan untuk modifikasi pompa air manual jadi otomatis:

 

  • Auto cut switch atau pressure switch. Alat ini merupakan saklar otomatis yang bekerja menggunakan tekanan air. Jika anda bingung dengan nama alat tersebut, pada saat membeli di toko bangunan bilang saja dengan sebutan saklar pompa otomatis.
  • Dirigen dengan kondisi yang masih bagus dan tidak ada bagian yang bocor.
  • Beberapa sambungan pipa paralon baik model l atau pun model t
  • Lem paralon dengan kualitas yang masih bagus
  • Beberapa alat pembolong seperti pisau, gunting, atau tang

Setelah dipastikan seluruh alat yang diperlukan sudah tersedia, maka kita bisa memulai untuk pekerja modifikasi pompa air manual jadi otomatis. Sebagai ilustrasi modifikasi, silahkan anda terapkan pekerjaan modifikasi sesuai dengan gambar di bawah ini:

MOdifikasi pompa air

 

Hal yang perlu Anda dipahami adalah proses menyambung baik pada sambungan paralon ataupun pada sambungan dirigen harus dalam kondisi yang betul-betul rapat. Jangan sampai ada celah sedikitpun, yang nantinya bisa menyebabkan air merembes keluar. Jika ada air yang merembes keluar baik melalui paralon ataupun dirigen akan menyebabkan pompa air menjadi matihidup mati-hidup.

 

Pastikan pula dirigen yang digunakan untuk modifikasi diatas memiliki ketebalan yang cukup. Hal tersebut dikarenakan dirigen harus mampu menahan tekanan yang cukup kuat dari air sesuai dengan tekanan yang bisa diterima oleh saklar otomatis yang ada di pompa. Sumber: cara memperbaiki otomatis pompa air shimizu