Cara teknis beriklan di Instagram dan Facebook

Media sosial merupakan tempat orang bersosialisasi dan merupakan tempat yang paling potensial untuk mendapatkan database PALING BAIK. Ada banyak sekali media sosial yang bisa digunakan untuk menggali pasar lebih dalam. Namun, tiga diantara sekian media sosial yang paling banyak digunakan adalah Facebook, Youtube dan Instagram. Sedangkan aplikasi penerima pesan Whats App atau Facebook Messenger juga menempati posisi yang cukup tinggi.

Berbicara soal media sosial, tentu tidak bisa dipisahkan dengan pembuatan konten didalamnya. Satu hal yang bisa dilakukan ketika mengerjakan konten untuk media sosial adalah konten yang organik dan menarik untuk di share para pembacanya. Dan selain mendapatkan {traffic|visitors|site visitors} secara organik, bisa juga dengan melalukan pembayaran malalui fitur iklan berbayar yang telah disediakan.

Beriklan di Facebook dan Instagram

Kamu bisa dengan mudah mendapatkan banyak penjualan melalui social media, caranya yaitu beriklan di {facebook|fb} dan Instagram.
Banyak diantara kita yang masih awan soal beriklan di instagram dan {facebook|fb}, karena tidak tahu caranya beriklan, untuk itu kami berikan sedikit informasi cara beriklan di {facebook|fb} dan instagram agar kalian mendapatkan banjir orderan melalui {facebook|fb} dan instagram.

Cara teknis beriklan di Instagram dan Facebook

1. Masuk panel periklanan {facebook|fb} di /adsmanager/{manage|handle}/
2. pilih buat iklan di pojok kiri atas
{3|three}.
{4|four}. Lalu pilih tujuan dari iklan kalian. Jika kalian memiliki {website|web site} atau toko {online|on-line}, kalian bisa klik lalu lintas kunjungan.
5.
6. Selanjutnya pilih {target|goal} orang yang ingin kalian iklan. Semakin spesifik semakin bagus.
7.
{8|eight}. Pilih penempatan iklan, kalian bisa memilih di beranda Instagram dan beranda {facebook|fb}.
9. Jadi jika kalian ingin mendatangkan banyak pengunjung dari social media, kalian bisa menggunakan cara ini.

*

“Email {marketing|advertising|advertising} tidak mati. Kalau kamu tidak menggunakannya, kamu kalah.” – Gary Vaynerchuck

Pemasaran melalui {email|e-mail|e mail} mungkin dianggap tidak berguna bagi sebagian pemasar. Hal ini berangkat dari asumsi, kemungkinan orang untuk membuka {email|e-mail|e mail} cukup kecil (kecuali orang yang cukup aktif menggunakannya sebagai alat komunikasi). Sehingga banyak sekali para pemasar melewatkan channel ini dan hanya menggunakan {website|web site} atau media sosial.

Semua tentang {email|e-mail|e mail} adalah menyampaikan janji. Menyampaikan janji adalah bagian besar dari digital agency jakarta , kenapa? Karena orang akan lebih mau “melompat” ketika mengetahui kemana mereka akan “melompat”.

Kunci dari {email|e-mail|e mail} {marketing|advertising|advertising} adalah janji yang diungkapkan dibagian depan. Baru kemudian hal yang sebenarnya ingin disampaikan pada janji tersebut. Janji ini kemudian dikemas menjadi sebuah konten yang eksklusif agar lebih menarik.

*

Aplikasi {mobile|cellular|cell} menjadi salah satu channel yang cukup menjanjikan untuk dijadikan media pemasaran. Karena dengan aplikasi {mobile|cellular|cell} berarti kita sudah bisa “masuk” kedalam ranah privat yang dimiliki orang pada masa kini. Melalui {mobile|cellular|cell} kita bisa memantau demografi dan bahkan perilaku seseorang ketika menginstallnya kedalam perangkat {mobile|cellular|cell} miliki mereka.

Namun untuk mengenalkan sebuah aplikasi {mobile|cellular|cell}, memerlukan beberapa hal yang perlu dicermati. Hal ini karena pengguna perangkat {mobile|cellular|cell} saat ini didominasi oleh pengguna Android dan iOS. Dan untuk mendaftarkan aplikasi {mobile|cellular|cell} pada Google Play Store ataupun Apple Store memerlukan strategi khusus. Misalnya dengan cross channel {marketing|advertising|advertising} dengan menggunakan {website|web site} atau media sosial untuk memasarkannya.

{source|supply}: pixabay.comSelanjutnya adalah {SEO|search engine optimization|web optimization} Off Page, cara ini berkaitan dengan distribusi {link|hyperlink} yang berasal dari luar {website|web site} kita. Selain {link|hyperlink} yang masuk dari sumber luar (baca: {website|web site}), juga bisa berasal dari social share. Social share berasal dari {link|hyperlink} {website|web site} kita yang dibagikan melalui media sosial milik audiens kita. Mengoptimalkan {SEO|search engine optimization|web optimization} bisa dilakukan secara organik dengan membangunnya {manual|guide|handbook}, membuat konten yang positif dan memiliki nilai agar menarik untuk di share. Atau bisa dengan menggunakan jalan pintas dengan membeli backlink dan stuffing {keywords|key phrases}.

SEM (Search Engine Marketing) adalah cara kedua untuk mendapatkan {traffic|visitors|site visitors}, atau memasarkan {website|web site} kita. Cara ini mirip dengan paid {ads|advertisements|adverts} namun, media yang digunakan adalah iklan yang ditampilkan pada kolom pencarian. Selain tampil pada kolom pencarian juga pada {website|web site} lain yang punya kerjasama dengan kolom pencarian tersebut.

SMM atau Social Media Marketing adalah sebuah upaya untuk mengenalkan {brand|model} atau memasarkannya melalui channel media sosial. Untuk memasarkan melalui media sosial ada banyak jalan yang bisa dilakukan loh. Mulai dari membangun media sosial secara {manual|guide|handbook} dan organik, atau bisa juga menggunakan {robot|robotic} untuk percepaannya. Namun, yang paling baik adalah dengan jalan meng-generate {traffic|visitors|site visitors} secara organik.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan {traffic|visitors|site visitors} secara organik melalui media sosial. Hal yang paling sering bisa dilakukan adalah menggunakan fitur berbayar untuk mengenalkan account media sosial pada calon {customer|buyer} potensial. Nah, cara mendapatkan calon potensial ini bisa dari riset demografi yang disesuaikan dengan nilai brang. Kemudian hasil riset ini dimasukkan pada parameter iklan yang akan dipasang. Sedangkan cara kedua bisa dengan menggunakan influencer yang banyak sekali tersebar di berbagai media sosial.

{source|supply}: garyvaynerchuck.comPada periode satu tahun kebelakang, yang menarik adalah mulai munculnya generasi influencer yang baru, dengan julukan yang umum disematkan adalah micro influencer. Secara umum, micro influencer adalah orang-orang yang memiliki pengaruh di media sosial, dengan tingkat engagement {rate|price|fee} yang cukup tinggi. Namun tidak sebanyak para selebgram pada umumnya, dengan kisaran {minimum|minimal} followers sebanyak 5000 orang. Penggunaan micro influencer biasanya digunakan untuk menekan biaya karena harga layanan yang lebih murah.