Cek PDAM Jambi dan Sejarah PDAM Jambi

Dalam menjalankan seluruh kegiatan operasionalnya, cek PDAM jambi sehari-hari akan selalu berpegang teguh pada VISI, MISI DAN TUJUAN PERUSAHAANm dimana VISI dan MISI nya sebagai berikut:

Visi dari cek PDAM Jambi adalah menjadi salah satu perusahaan  yang memiliki kinerja terbaik dalam setiap pelayanan air minum yang profesional dan berkualitas. Sedangkan misinya adalah yang pertama memberikan jaminan atas tersedianya kebutuhan air minum bagi masyarakat kota Jambi dan sekitarnya yang memenuhi aspek kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Yang kedua adalah meningkatkan kinerja perusahaan secara terus menerus dalam upaya menghasilkan laba secara optimal sehingga dapat memenuhi kewajiban perusahaan, meningkatkan kesejahteraan pegawai dan kontribusi positif bagi Pemerintah Kota Jambi. Yang ketiga adalah Meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan melalui pengembangan infrastruktur air minum berdasarkan Rencana Induk SPAM dan Rencana Strategis Pengembangan Perusahaan (corporate Plan) yang telah ditetapkan. Yang keempat adalah Mengembangkan kompetensi dan kualitas SDM untuk menjadi lebih profesional, berintegritas, berdedikasi dan menjunjung etika perusahaan. Yang kelima menjalin dan memperkuat jaringan komunikasi seta membina hubungan yang harmonis dengan semua pemangku kepentingan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan air minum di Kota Jambi.

Sejarah terbentuknya cek PDAM Jambi, pertama pada tahun 1975 – 1976, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Benteng pada tahun 1975 pertama kali dibangun dengan kapasitas 7 liter/ detik kemudian ditingkatkan secara bertahap dari mulai kapasitas 26 liter/ detik hingga mencapai 42 liter/ detik. Kemudian pada tahun 1978 – 1983, Proyek Lima Kota yang dibiayai dari sebuah pinjaman Bank Dunia membangun suatu sistem penyediaan air minum di Kota Jambi, dan salah satu kegiatan dari proyek tersebut adalah dengan membangun IPA Broni yang memiliki kapasitas 300 liter/ detik dan mulai dioperasikan pada Tahun 1982, serta membangun IPA Jambi Seberang yang memiliki kapasitas 10 liter/ detik, dan mulai sejak saat itu IPA Benteng dihentikan dari operasinya dikarenakan  produksi yang berlebih dari IPA Broni. Selain itu juga kondisi teknis IPA Benteng yang sudah mulai rusak. Setelah itu pada tahun 1989 – 1993, Proyek Sumatera Secondary Cities Urban Development Project (SSC-UDP) yang telah didanai oleh pinjaman RDI dan sebagian dana hibah dari APBN, hal ini ditujukan untuk mengoperasikan kembali IPA Benteng dan mengembangkan kembali jaringan distribusi.

Setelah itu pada tahun 1997 – 1998, Proyek kerjasama dan kemitraan dari PDAM dengan Pihak Swasta mulai mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum di Wilayah Barat Kota Jambi yaitu khususnya di  Kecamatan Telanaipura dan kecamatan Kotabaru dengan membangun sebuah IPA Aur Duri yang memiliki kapasitas 100 liter/ detik serta jaringan pipa induk distribusi. Selanjutnya pada tahun 1997 – 2000, Proyek Sumatera Urban Development Sector Project (SUDSP) mulai melakukan rehabilitasi serta peningkatan kapasitas dari IPA Broni menjadi kapasitas 600 liter/ detik. Selain itu juga melakukan pembangunan Reservoir yang memiliki kapasitas 750 m3 yang bertempar di Jl. M. Kukuh Kecamatan Kota Baru Jambi.

Kemudian tahun 2005, melakukan sebuah pembangunan Booster Pump yang memiliki kapasitas 10 liter/ detik  yang bertempat di Tanjung Pasir Jambi Kota Seberang yang ditujukan untuk memperbaiki pendistribusian air kepada seluruh pelanggan di Kecamatan Danau Teluk dan Kecamatan Pelayangan. Dilanjutkan pada tahun 2006, sudah mulai melakukan pembangunan Pipa Induk di Jambi Kota Seberang dan Kotabaru (daerah Mayang Mengurai) dengan bantuan sebuah proyek APBD tahun 2006 Kota Jambi. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja serta mengembangkan pelayanan air minum di kota Jambi.