Inilah Contoh Perjanjian Jual Beli Mobil yang Biasa Digunakan

Contoh Perjanjian Jual Beli Mobil

Transaksi jual beli mobil membutuhkan surat perjanjian jual beli. Surat ini memberi kekuatan hukum agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Mengingat nilai mobil sangat besar, dan rawan terjadi penipuan. Berikut ini contoh perjanjian jual beli mobil yang biasa digunakan.

  1. Bagian Judul

Surat Perjanjian Jual Beli Mobil

Judul ini diletakkan di tengah, dan biasanya di-bold dan diberi garis bawah.

  1. Bagian Pembuka dan Keterangan Identitas Penjual dan Pembeli

Pada tanggal 28 Oktober 2020 diadakan perjanjian jual dan beli mobil. Pihak Pertama sebagai penjual dan Pihak Kedua sebagai pembeli. Kedua belah pihak bersepakat untuk terikat dalam perjanjian di bawah ini:

Pihak Pertama

Nama                    :

Pekerjaan           :

Alamat                  :

Nomor KTP         :

Telepon               :

Pihak Kedua

Nama                    :

Pekerjaan           :

Alamat                  :

Nomor KTP         :

Telepon               :

  1. Bagian Isi dan Pasal

Melalui surat ini Pihak Pertama menjual mobil kepada Pihak Kedua berupa (jumlah unit) unit mobil dengan merek (merek dan seri mobil) dengan ketentuan dan syarat yang tertera dalam 11(sebelas) pasal di bawah ini:

PASAL 1

Pihak Pertama menjual (jumlah unit) unit mobil (merek dan seri mobil) kepada Pihak Kedua dengan harga sebesar Rp (harga mobil) yang telah disepakati bersama. Spesifikasi sebagai berikut:

Atas Nama                          :

Merk Mobil                         :

Warna                                   :

Tahun Pembuatan           :

Nomor BPKB                      :

Nomor Polisi                       :

Nomor Mesin                    :

Nomor Rangka                  :

Bahan Bakar                       :

Kondisi Barang                  :

PASAL 2

Pemindahan kepemilikan (jumlah unit) mobil merek (merek dan seri mobil) beserta STNK dan BPKB akan diserahkan kepada Pihak Kedua apabila mobil telah dibayar lunas. Segala tanggung jawab hingga risiko akan menjadi tanggung jawab sepenuhnya Pihak Kedua mulai saat ini.

PASAL 3

Cara pembayaran mengikuti syarat dan ketentuan yang telah disepakati bersama.

Ayat 1

Pihak Kedua membayar secara tunai Rp (harga mobil) kepada Pihak Pertama setelah surat perjanjian ini ditandatangani kedua belah pihak.

Ayat 2

Pelunasan dilakukan oleh Pihak Kedua hingga batas waktu 1 bulan (30 November), terhitung setelah surat perjanjian ini ditandatangani.

PASAL 4

Dalam masa pembayaran, semua risiko penjagaan dan pemakaian menjadi tanggung jawab penuh Pihak Kedua. Biaya perbaikan akibat pemakaian ditanggung penuh oleh Pihak Kedua.

Apabila terjadi kehilangan atas (jumlah unit mobil) mobil merk (merek dan seri mobil) menjadi tanggung jawab penuh Pihak Kedua dan tetap berkewajiban melunasi kekurangan pembayaran.

PASAL 5

Apabila pembayaran mengalami keterlambatan diberikan sanksi sebesar 10% dari total harga (jumlah unit) unit mobil (merek dan seri mobil) yang telah disepakati. Pembayaran harus dilakukan selambat-lambatnya satu minggu setelah keterlambatan.

PASAL 6

Seluruh biaya dari transaksi jual beli ini ditanggung sepenuhnya oleh Pihak Kedua. Seperti biaya balik nama, pajak, hingga biaya pembuatan surat perjanjian ini.

PASAL 7

Hal-hal lain yang belum diatur dalam surat perjanjian ini diselesaikan secara musyarah kekeluargaan untuk mencapai mufakat.

PASAL 8

Apabila terjadi perselisihan setelah transaksi jual beli yang tidak dapat dicapai dengan kata mufakat, Pihak Pertama dan Pihak Kedua bersepakat menempuh jalur hukum di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Tinggi Negeri.

PASAL 9

Surat perjanjian ini dibuat 2 (dua) rangkap dengan dibubuhi materai yang memiliki kekuatan di hadapan hukum. 2 (dua) Salinan dipegang oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua. Isi perjanjian dinyatakan berlaku setelah ditandatangni dan disaksikan oleh saksi dari kedua belah pihak.

  1. Bagian Tempat, Tanggal, dan Tandatangan

Tangerang, 24 Mei 2019

Pihak Pertama                                                                                                                                   Pihak Kedua

 

(Nama Terang)                                                                                                                                  (Nama Terang)

Saksi Pihak Pertama                                                                                                                        Saksi Pihak Kedua

 

(Nama Terang)                                                                                                                                  (Nama Terang)

Itulah contoh surat perjanjian jual beli mobil yang bisa Anda gunakan saat transaksi jual beli mobil. Dengan surat perjanjian ini, akan mencegah terjadinya perselisihan di kemudian hari.

Info penting lainnya :