Tips agar Permohonan KPR Subsidi Disetujui dengan Cepat

KPR Syariah – Bicara soal rumah memang tidak ada habisnya. Selain menjadi kebutuhan primer, rumah juga menjadi tempat berkumpul keluarga dan perkembangan buah hati tercinta.

 

Oleh karena itu, setiap orang berhak untuk tinggal di dalam rumah yang aman dan nyaman. Namun dewasa ini, yang menjadi persoalan adalah harga rumah layak huni yang semakin tinggi.

 

Hal ini pun membuat segelintir orang saja yang bisa membelinya, dan sebagian besar terpaksa mengubur keinginannya untuk membeli rumah.

 

Persoalan ini pun mendorong pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.

 

Artikel ini akan membahas beberapa tips agar permohonan KPR subsidi disetujui dengan cepat.

 

Namun sebelumnya, alangkah baiknya untuk mengetahui penjelasan subsidi KPR pemerintah di bawah ini.

Apa Itu KPR Subsidi?

KPR subsidi bukanlah hal asing dalam bisnis jual beli properti. Siapa pun pasti pernah mendengarnya, walau hanya sekilas.

 

Program dari pemerintah Indonesia ini cukup membawa angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin membeli rumah.

 

Pengertian dan seluk-beluknya bisa kita lihat dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21/PRT/M/2016.

 

Singkatnya, KPR subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang mendapat bantuan dan/atau kemudahan perolehan rumah dari pemerintah.

 

Bentuk bantuannya berupa dana murah jangka panjang dan subsidi perolehan rumah yang diterbitkan oleh bank pelaksana.

 

Bantuan dalam KPR subsidi sendiri bisa diberikan secara konvensional maupun dengan prinsip-prinsip syariah.

 

Dalam hal ini, KPR subsidi memang tidak membantu pembiayaan sepenuhnya, tetapi patut dipertimbangkan bagi Anda yang sedang kesulitan mencari hunian idaman.

 

Poin selanjutnya yang akan dibahas adalah proses permohonan KPR subsidi. Apa benar rumit seperti yang kita kira? Mari simak jawabannya di bawah ini.

Benarkah Permohonan KPR Subsidi Lama dan Berbelit?

Tidak bisa dipungkiri kalau sebagian besar orang menganggap proses permohonan KPR subsidi lama dan berbelit.

 

Hal tersebut mungkin terjadi bagi sebagian pemohon, walau anggapan di atas tidak bisa dipukul rata begitu saja.

 

Dalam beberapa kasus, permohonan KPR subsidi memang sering ditolak oleh bank. Namun, penolakan itu pasti terjadi bukan tanpa alasan.

 

Sebagai bocoran, sebagian besar permohonan KPR subsidi terkendala saat proses Bank Indonesia (BI) checking.

 

Sistem yang bekerja saat proses tersebut menunjukkan kalau semua rekaman aktivitas pemohon yang pernah mengambil dan sedang mengambil kredit.

 

BI checking sendiri bertujuan untuk menilai kelayakan penerimaan kredit dari seorang nasabah.

 

Apabila tidak lolos BI checking, proses selanjutnya otomatis dihentikan. Lalu, permohonan KPR subsidi pun ditolak.

 

Jadi, hal itulah yang mungkin melahirkan anggapan kalau proses permohonan KPR subsidi lama dan berbelit.

 

Lalu, ada pula beberapa pemohon yang belum menyerah dan mengajukan permohonan KPR subsidi ke bank lainnya.

 

Dengan demikian, pemohon pun harus menyiapkan lagi berkas-berkas yang menjadi persyaratan KPR subsidi.

 

Sayang, hasilnya tetap sama, yaitu ditolak. Lantas, adakah rahasia atau tips tertentu agar permohonan KPR subsidi disetujui? Mari kita simak daftarnya di bawah ini.